Kamis, 17 Januari 2013

Hubungan internasional amerika-indonesia

Hubungan Internasional Amerika
Serikat dengan Indonesia
Hubungan RI-
Amerika Serikat (AS) telah terbina sejak sebelum
Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945. Secara
resmi, hubungan diplomatik kedua negara
ditandai dengan pembukaan Kedutaan Besar di
masing-masing negara. Tanggal 28 Desember
1949, AS membuka Kedutaan Besar di Jakarta
dan menunjuk Duta Besar AS pertama untuk
Indonesia, Horace Merle Cochran. Tanggal 20
Februari 1950, Indonesia menunjuk Dr. Ali
Sastroamidjojo sebagai Duta Besar RI pertama
untuk AS.
Kerjasama di bidang Politik
Perkembangan penting hubungan bilateral RI –
AS ditandai dengan kunjungan Presiden Barrack
Obama ke Indonesia pada tanggal 9 – 10
November 2010 dimana dalam kunjungan
tersebut, kedua Kepala Negara telah
meluncurkan secara resmi Comprehensive
Partnership (CP) RI – AS. Sebelum CP RI-AS
resmi diluncurkan, pada tanggal 17 September
2010 telah dilaksanakan RI – US Joint
Commission Meeting (JCM) pertama di
Washington, D.C dipimpin Menlu masing-
masing negara. Hal penting yang disepakati
dalam JCM I di anataranya peluncuran Plan of
Action for RI – US Comprehensive Partnership
yang menjadi cetak biru panduan kerjasama
kedua negara serta pembentukan enam
Working Group (WG) di bidang Democracy
and Civil Society; Climate and Environment;
Education; Trade and Investment; Security
Issue; dan Energy. Selanjutnya pada Joint
Commission Meeting (JCM) ke-2 tanggal 24 Juli
2011 di Nusa Dua, Bali, Menlu kedua negara
antara lain telah menghasilkan Joint Statement
pengembangan visi strategik kerjasama RI-AS
ke depan serta membahas berbagai potensi
kerjasama maupun isu-isu kawasan.
Kerjasama di Bidang Pertahanan
Keamanan
Pasca pencabutan embargo militer tahun 2005,
kerja sama pertahanan Indonesia–AS semakin
membaik berkat persepsi positif pemerintah,
militer dan parlemen AS terhadap proses
reformasi TNI. Bantuan militer AS kepada
Indonesia disalurkan melalui program Foreign
Military Financing (FMF) dan International Military
Education and Training (IMET), khususnya
dalam rangka peningkatan kemampuan
transportasi TNI dalam penanganan bencana
alam serta program peningkatan profesional
prajurit.
Sejak tahun 2002 terdapat forum pertemuan
tahunan militer RI – AS ’Indonesia–United States
Security Dialog (IUSSD) serta forum tahunan
US–Indonesia Bilateral Defense Dialogue
(USIBDD) yang dilaksanakan berselingan dengan
IUSSD. Pertemuan USIBDD ke-11 berlangsung di
Hawaii, AS tanggal 7-11 Februari 2011 sedangkan
forum IUSSD ke-8 berlangsung tanggal 25-26
Mei 2010.
Kerjasama keamanan RI – AS dikukuhkan
melalui penandatanganan LoI between INP and
FBI on Mutual Cooperation in Capacity Building
and Combating Transnational Crimes pada
bulan Maret 2011 yang melandasi kerjasama
Badan Penyelidik Federal (FBI) AS dengan Polri
(Densus 88) dalam pemberantasan terorisme.
Sebelumnya, pada tanggal 8 November 2010
telah ditandatangani MoU between the
Government of the United States of America
and the Republic of Indonesia on Capacity
Building to Strengthen the Security of Biological
Pathogens yang menjadi landasan kerjasama
pelatihan capacity building di bidang biosecurity
dan biosafety guna memperkuat keselamatan
laboratorium dan keamanan patogen dari akses
illegal.
Kerjasama di Bidang Perdagangan,
Investasi dan Pariwisata
AS merupakan mitra dagang keempat terbesar
Indonesia sesudah Jepang, Cina dan Singapura
dengan nilai perdagangan mencapai 23 milyar
USD pada tahun 2010. Nilai perdagangan ini
meningkat 31.96% dibanding tahun 2009 yang
mencapai 17.93 milyar USD dengan surplus
untuk Indonesia sebesar 4.86 milyar USD atau
naik 29.3% dibanding tahun 2009 yang
mencapai 3.76 milyar USD. Nilai ekspor
Indonesia ke AS pada tahun 2010 berjumlah
14.26 milyar USD atau meningkat 31,49 %
dibanding tahun 2009 yang mencapai 10.85
milyar USD. Komoditi ekspor utama Indonesia
ke AS antara lain seperti getah karet, getah
perca, barang elektronik, barang hasil industri
pakaian, mebel, sampai perkakas.
Di bidang investasi, pada tahun 2010 realisasi
investasi AS di Indonesia mencapai US$ 930,8
juta, meningkat 542,7% dibandingkan tahun
2009 yang berjumlah US$ 171,5 juta. Dengan
jumlah tersebut, AS merupakan investor
terbesar ke-tiga di Indonesia setelah Singapura
dan Inggris. Untuk periode Januari – Maret 2011,
nilai investasi AS di Indonesia mencapai 359,1
juta USD atau urutan kedua terbesar setelah
Singapura.
Untuk mengembangkan hubungan
perdagangan dan investasi RI-AS, terdapat
forum”Trade Investment Council” (TIC) tingkat
Menteri guna membahas dan menyelesaikan
berbagai isu perdagangan dan investasi kedua
negara. TIC terdiri dari empat Working Group,
yaitu WG on Industrial and Agricultural
Products, WG on Illegal Logging and Asociated
Trade, WG on Intellectual Property Rights, dan
WG on Investment.
Sementara itu dalam rangka menjamin investasi
AS di Indonesia, pada tanggal 14 April 2010 di
Washington, D.C. telah ditandatangani
persetujuan Investment Support Agreement-
Overseas Private Investment Corporation (ISA-
OPIC) RI – AS oleh Kepala BKPM dan Acting
President OPIC. Perjanjian ISA-OPIC ini telah
diratifikasi melalui Peraturan Presiden RI nomor
48 tahun 2010 tanggal 19 Juli 2010 dan
diharapkan dapat meningkatkan minat investor
AS menanamkan modal di Indonesia.
Di bidang pariwisata, pada tahun 2010 jumlah
wisatawan AS yang berkunjung ke Indonesia
khususnya dari 19 pintu masuk utama,
mencapai 171.528 atau naik 5,68%
dibandingkan tahun 2009 yang berjumlah
162.302 orang.
Kerjasama Pembangunan
Sejak tahun 2006 Indonesia memperoleh
bantuan hibah dalam kerangka Millennium
Challenge Corporation (MCC) sebesar US$ 55
juta untuk program imunisasi dan anti korupsi.
Pada bulan Desember 2008 Indonesia kembali
terpilih mendapatkan hibah serupa melalui
program “MCC Compact Program (MCC CP)”
untuk periode hingga 2013. Program yang
disepakati dalam MCC meliputi: e-procurement,
pendidikan dan kesehatan serta natural
resources management/REDD+.
Selain itu Pemerintah Indonesia dan the United
States Agency for International Development
(USAID) telah menyepakati hibah USAID melalui
Strategic Plan periode 2009-2014 yang meliputi
lima bidang program, yaitu pendidikan,
pemerintahan dan demokrasi, pertumbuhan
ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.
Implementasi hibah bagi tiap program tersebut
selanjutnya dikuatkan melalui penandatanganan
Assistance Agreement (AA).
Perjanjian hibah USAID juga telah
ditandatangani pada tanggal 24 September 2010
untuk Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) Pedesaan
melalui PNPM Support Facility Trust Fund pada
World Bank (sebagai koordinator) sebesar $US
65,358.000.
Bantuan hibah USAID juga diberikan dalam
rangka rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh paska
tsunami yang dituangkan dalam dokumen
Strategic Objective Grant Agreement (SOAG) to
Support Tsunami Recovery and Reconstruction
yang ditandatangani Badan Rekonstruksi dan
Rehabilitasi (BRR) dan USAID pada 7 Juli 2005
dengan nilai US$ 371.3 juta. Dana tersebut
antara lain digunakan untuk pembangunan jalan
raya Banda Aceh – Calang sepanjang sekitar 100
km serta pembangunan FKIP Unsiyah.
Kerjasama di bidang Energi
Dalam rangka membahas kerjasama di bidang
energi, terdapat forum Energy Policy Dialogue
(EPD) RI – AS. Pada pertemuan EPD II di Jakarta
tanggal 20-21 Oktober 2008, dibahas rencana
kerjasama pengembangan teknologi
terbarukan, pengembangan teknologi
geothermal melalui International Partnership for
Geothermal Technology (IPGT), pertukaran
informasi mengenai kebijakan investasi, serta
pengembangan kapasitas. Pada forum EPD III di
Washington D.C. tanggal 28-30 Juni 2010
dibahas kebijakan energi nasional,
perkembangan dan pemanfaatan sumber
energi, penelitian dan pengembangan
peningkatan kapasitas, unconventional gas,
methane to market, serta pengembangan SDM.
Kerjasama energi RI-AS juga dilakukan dengan
dukungan US Trade and Development Agency
(USTDA) yang telah memberikan hibah sebesar
US$ 1,6 juta untuk pengembangan geothermal
plan 370 MW di Halmahera serta 300 MW di
Jawa Barat.
Kerjasama di bidang Lingkungan Hidup
Kerjasama RI – AS di bidang lingkungan hidup
antara lain ditandatai dengan penandatanganan
Perjanjian Penghapusan Utang untuk
Konservasi Hutan Tropis (DNS-TFCA) di
Sumatera senilai US$ 19,6 juta pada tanggal 30
Juni 2009. Sementara itu dalam rangka
mengatasi dampak perubahan iklim di
Indonesia, Pemerintah AS dan RI telah
membahas kerjasama pembentukan Climate
Change Center di Indonesia untuk jangka waktu
2 tahun, dimulai sejak 1 Juli 2010. Pihak AS
memberi bantuan biaya operasional awal dari
Center tersebut dengan fokus mengurangi emisi
lahan gambut serta hutan.
Kerjasama di bidang Ketahanan Pangan
Sebagai bagian dari Plan of Action Kemitraan
Komprehensif RI – AS khususnya di bidang
food security, pada 6 – 7 Oktober 2010 telah
berlangsung Indonesia – United States
Agricultural Technology and Investment Forum
di Jakarta. Salah satu hasil dari forum tersebut
adalah kesepakatan bahwa dalam mengatasi
ketahanan pangan diperlukan partisipasi Public
Private Partnership dengan melibatkan pihak
akademis, sehingga kebijakan dan tindakan
yang diambil berdasarkan pada riset dan
penelitian yang credibel.
Kerja sama di bidang Kelautan
Kerjasama RI–AS di bidang kelautan didasarkan
pada MoU antara Kementerian Kelautan dan
Perikanan dengan National Oceanic and
Atmospheric Administration (NOAA) pada 18
September 2007 dan Implementing
Arrangement MoU tersebut yang ditandatangani
pada 10 Juni 2010. Sebagai tindak lanjut, RI dan
AS sepakat mengadakan kerjasama joint
exploration kapal ekspedisi NOAA “OKEANOS
EXPLORER”, manajemen perikanan yang
berkelanjutan, Coral Triangle Initiative (CTI) dan
Program Mitra Bahari.
Kerjasama di bidang Pendidikan, Peace
Corps, IPTEK, dan Interfaith Dialogue
Kerjasama RI-AS di bidang pendidikan sudah
dimulai sejak tahun 1952 melalui program
beasiswa Fulbright dan dalam perkembangan
lebih lanjut juga dilakukan oleh lembaga
American Indonesian Exchange Foundation
(AMINEF). Sesuai MoU RI – AS mengenai
AMINEF yang ditandatangani pada 16 Februari
2009, disepakati antara lain teknis pemberian
beasiswa pendidikan tinggi melalui mekanisme
Fulbright di AS dengan memanfaatkan
kebebasan maupun keringanan biaya kuliah dan
biaya hidup. Selain itu, pada 17 Desember 2009
Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Kemlu RI dan
AMINEF telah menandatangani kerjasama guna
meningkatkan kapasitas diplomat Indonesia.
Kerjasama pendidikan RI – AS juga dibentuk
melalui USINDO melalui penandatanganan MoU
Kerjasama Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
pada tanggal 15 Mei 2006. Melalui kerjasama ini,
USINDO menyediakan kesempatan bagi para
diplomat Indonesia mengikuti pendidikan di AS
serta menyediakan tenaga pengajar sukarela
bagi program pendidikan bahasa Inggris di
Indonesia.
Pada 11 Desember 2009 telah ditandatangani
MOU Peace Corps RI – AS. Sebagai
implementasinya, pada bulan Maret 2010
sejumlah volunteer AS telah dikirim ke provinsi
Jawa Timur untuk mengajar bahasa Inggris
kepada guru Bahasa Inggris di sekolah negeri
dan madrasah. Melihat sambutan positif atas
program ini, pada tahun 2011 jumlah
sukarelawan PC ditambah menjadi 33 orang
pada tahun 2011 dan 50 orang pada tahun 2012
serta memperluas program tersebut di luar
propinsi Jawa Timur.
Terkait pidato Presiden AS Barack Obama di
Universitas Al-Azhar Kairo pada tanggal 4 Juni
2009 yang antara lain menyampaikan perlunya
melawan stereotip negatif terhadap Islam,
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
menyampaikan komitmen Pemri untuk
menjembatani dunia Islam dan Barat dalam
sambutannya di Universitas Harvard pada
tanggal 29 September 2009 di Amerika Serikat.
Beranjak dari perkembangan tersebut, kedua
negara sepakat mempertemukan para
pemangku kepentingan dengan beberapa
negara di kawasan dalam suatu kegiatan
Kerjasama Lintas Agama RI-AS pada tanggal 25
hingga 27 Januari 2010 dan menghasilkan butir-
butir kerjasama yang tertuang dalam Shared
Concerns and Commitments Indonesia-US
Interfaith Cooperation. Guna menindaklanjuti
butir-butir kerjasama dimaksud, Kemlu telah
memfasilitasi kalangan akademisi, tokoh agama,
dan masyarakat madani untuk memberikan
public lecture mengenai Demokrasi dan Islam
Moderat di Indonesia di beberapa universitas di
wilayah Amerika Serikat (Chicago, Houston, LA
dan San Fransisco) pada 8 hingga 12 November
2010.
Kerjasama RI – AS di bidang IPTEK
ditandatangani tanggal 29 Maret 2010 di Jakarta
yang merupakan pembaharuan dari perjanjian
serupa yang telah habis masa waktunya pada
tahun 2002. Dalam persetujuan ini antara lain
disepakati pasal perlindungan yang tertuang
dalam MTA (Material Transfer Agreement) dan
perlindungan HKI pada GRTK (Genetic
Resources and Traditional Knowledge). Sebagai
implementasi perjanjian,
U.S. Science Envoy, Dr. Bruce Alberts telah
berkunjung ke Indonesia untuk mengidentifikasi
potensi kerjasama riset dan teknologi yang
dapat dikembangkan maupun membentuk Joint
Working Group in Education kedua negara.
Dalam rangka membangun saling pengertian
dan persahabatan di antara pemuda Indonesia
dan pemuda AS, Kedutaan Besar AS di Jakarta
pada tanggal 6 Desember 2010 telah membuka
pusat kebudayaan AS, @america, di dalam Mall
Pacific Place Lt 3, Jakarta. @america merupakan
satu-satunya pusat kebudayaan AS di dunia
dimana para pengunjung disuguhkan berbagai
tayangan multimedia canggih dan sarana
interaktif mengenai way of live masyarakat AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar